Al-Qur’an
Bahasa: Arab + IndonesiaTeks Arab 30 juz lengkap dengan terjemahan per kata dan audio murottal.
Buya AI adalah sistem Retrieval-Augmented Generation (RAG) yang dibangun di atas korpus 100.876 chunk RAG dari 37 sumber/kitab Islam muktabar. Ia tidak menjawab dari pengetahuan internal model bahasa — setiap jawaban dirunut ke teks sumber yang bisa diverifikasi.
"Hadis ini diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim." Rujukan yang dicantumkan: Muslim.or.id dan Muhammadiyah.or.id.
⚠ Rujukan yang diberikan adalah dua situs web, bukan kitab hadis itu sendiri — sulit ditelusuri ke sanad aslinya.
"Janganlah kalian masuk ke dalam tempat kaum wanita." Lalu ditanya soal ipar, Rasulullah ﷺ menjawab: "Ipar adalah maut."
✓ Lolos 7 lapis validasi — sitasi terverifikasi di korpus
Di era AI generalis yang fasih mengarang — menyebut nomor hadis palsu, mencatut nama kitab yang tidak ada, dan mengatribusikan pendapat kepada ulama secara keliru — Buya AI hadir sebagai penyeimbang. Ia tidak bersaing menjadi AI terpintar; ia hadir menjadi AI yang paling jujur tentang batas pengetahuannya.
Prinsip dasarnya sederhana: setiap klaim keagamaan harus bisa dilacak ke sumber primernya. Kalau sumbernya tidak ada di korpus, jawabannya adalah “tidak tahu” — bukan rekayasa yang terdengar meyakinkan.
ChatGPT, Gemini, dan model fondasi lainnya dilatih di atas seluruh internet — termasuk forum, blog, dan situs tidak terverifikasi. Pengetahuan keislaman mereka bercampur dengan noise. Buya AI mengambil pendekatan sebaliknya:
100.876 chunk RAG terkurasi manual — tanpa web scraping otomatis.
Dalil dicari dari korpus saat kamu bertanya — bukan direka dari memori model.
Setiap klaim menunjuk kitab, jilid, dan halaman yang bisa dibuka ulang.
Kalau dalil tidak ditemukan di korpus, Buya AI berkata: tidak tahu.
Buya AI bukan sekadar prompt engineering di atas model chatbot umum. Ia adalah sistem retrieval mandiri — dibangun dari nol di atas infrastruktur pencarian sendiri, bukan menumpang API pihak ketiga untuk pencarian rujukan.
Setiap kueri pengguna tidak langsung dijawab oleh satu model bahasa. Ia melewati tujuh lapisan yang masing-masing memiliki peran spesifik — dari perencana aksi hingga validator akhir.
Menganalisis maksud pengguna — apakah ini pencarian referensi, lookup ayat eksak, atau pertanyaan jadwal. Sebagian besar ditangani aturan deterministik, bukan model bahasa, supaya cepat dan konsisten.
Memperluas kueri pengguna dengan kamus istilah Islam yang luas, termasuk padanan bahasa Arab. Istilah seperti "khamr" otomatis diekspansi ke padanan Arabnya. Untuk kueri di luar kamus, model bahasa khusus menyediakan ekspansi.
Quran dan Hadis dicari dalam dua bahasa sekaligus — Indonesia dan Arab — lalu hasilnya digabungkan. Tafsir, Fiqih, dan Sejarah dicari dalam bahasa Arab. Hybrid search menggabungkan pencarian makna (semantic) dan pencarian kata kunci (full-text), lalu di-ranking ulang untuk akurasi maksimal.
Hasil pencarian disusun sebagai paket bukti terstruktur — setiap fragmen teks diberi penanda, lengkap dengan metadata kitab, jilid, dan halaman. Model bahasa dilarang menyebut sumber di luar paket bukti ini.
Model bahasa menyusun jawaban hanya dari paket bukti yang diberikan. Tidak ada pengetahuan dari luar yang boleh digunakan. Untuk kitab berbahasa Arab (Tafsir, Fiqih, Sejarah), model wajib menerjemahkan ke bahasa Indonesia. Nama kitab Arab ditransliterasi ke Latin.
Lapis 1: pemeriksaan sitasi — setiap klaim harus punya rujukan. Lapis 2: format referensi — kitab dalam Latin miring, nomor halaman/jilid. Lapis 3: verifikasi narasi terhadap paket bukti menggunakan model penilai independen.
Jawaban ditampilkan dengan blok bukti dan blok referensi terpisah, supaya pengguna bisa cek sendiri sumbernya. Di Telegram: adaptive streaming display. Di Web: streaming real-time dengan markdown, deteksi Arab otomatis, dan audio murottal untuk ayat Al-Quran.
Klik langkah di kiri, atau tekan Putar untuk mengikuti perjalanan satu kueri dari awal sampai jawaban terkirim.
Setiap chunk melalui proses kurasi: identifikasi kitab sumber, verifikasi pengarang, pembersihan teks, deteksi bahasa, dan pengindeksan sesuai jenisnya. Tidak ada web scraping otomatis — kualitas korpus dijaga secara manual.
Teks Arab 30 juz lengkap dengan terjemahan per kata dan audio murottal.
Sembilan kitab utama: Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, Malik, Darimi.
Empat kitab: Ibnu Katsir, Al-Jalalain, Al-Maraghi, dan At-Tafsir Al-Maudhu’i li al-Qur’an al-Karim.
Tujuh kitab: Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (Wahbah Az-Zuhaili), Al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah (Al-Jaziri), Al-Umm (Imam asy-Syafi’i), Matan Abu Syuja’ (Al-Ghayah wat-Taqrib), Fathul Qarib (Syarah Matan Abu Syuja’) (Muhammad bin Qasim al-Ghazzi), Kitab al-Amwal (Abu Ubaid al-Qasim bin Sallam), dan Bidayat al-Mujtahid (Ibnu Rusyd al-Hafid).
Ar-Rahiq al-Makhtum, Sirah Ibn Hisyam, dan Al-Kamil fi at-Tarikh (Ibn al-Atsir).
Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari dan Hady al-Sari karya Ibnu Hajar al-‘Asqalani.
Al-Itqan fi ‘Ulumil Qur’an karya Jalaluddin as-Suyuthi.
Enam kitab khutbah Jumat, termasuk Khutbah al-Jumu’ah wa Ahkamuha al-Fiqhiyyah dan Khutab al-Masjid an-Nabawi & al-Haram (1432 H).
Al-Adhkar al-Nawawiyyah karya Imam an-Nawawi, Hisn al-Muslim min Adhkar al-Kitab wa as-Sunnah, dan syarahnya.
At-Tadzkirah fi Ahwal al-Mawta wa Umuril Akhirah karya Al-Qurthubi — kematian, alam kubur, dan tanda-tanda hari kiamat.
Guardrails Buya AI bukan sekadar instruksi di system prompt — mereka ditegakkan secara deterministik di level kode. Validator berjalan sebagai lapisan terpisah yang memeriksa setiap respons sebelum mencapai pengguna.
Pilih skenario di atas untuk melihat pagar mana yang menangkapnya.
AI tidak menjawab dari pengetahuannya sendiri. Seluruh konten keagamaan harus berasal dari korpus kitab terkurasi yang sudah di-embed ke database.
Dalil dikutip verbatim. Buya AI tidak menafsirkan sendiri — ia menyajikan teks asli dan terjemahannya, lalu menyerahkan pemahaman kepada pengguna.
Quran dan Hadis ditampilkan dalam teks Arab + terjemahan Indonesia yang sudah ada di database. Tafsir, Fiqih, dan Sejarah — yang teks aslinya bahasa Arab — WAJIB diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh LLM.
Buya AI hanya melayani pertanyaan dalam domain keislaman dan tugas kedinasan KUA. Pertanyaan di luar cakupan akan ditolak secara eksplisit.
Seluruh dokumen dan kueri diproses oleh mesin pencari yang sama — memastikan bahwa apa yang kamu cari dan apa yang tersimpan di korpus dibandingkan dalam ruang yang konsisten.
Setiap respons diperiksa sebelum dikirim ke pengguna. Validator memastikan blok bukti dan blok referensi hadir, serta tidak ada klaim yang mengada-ada.
Sitasi Quran/Hadis dan atribusi kepada ulama/kitab yang tidak ada dalam evidence pack akan ditolak. Model tidak boleh mengarang nama kitab, nomor halaman, atau pendapat ulama.
Buya AI tersedia di dua wadah dengan engine AI yang identik: Telegram Bot (@BuyaAI_bot) dan Web App (ai.oyabuya.com). Yang membedakan hanyalah fitur penyerta — Telegram Bot dilengkapi manajemen jadwal ceramah, reminder, dan laporan bulanan untuk kebutuhan kedinasan, sementara Web App fokus pada pengalaman chat dengan riwayat percakapan dan manajemen langganan.
Persiapan materi ceramah, bimwin, dan penyuluhan dengan rujukan yang bisa dipertanggungjawabkan. Setiap dalil bisa ditelusuri ke kitab sumbernya.
Pencarian lintas kitab tafsir, hadis, dan fiqih dalam satu kueri. Membandingkan pendapat ulama dari berbagai kitab secara efisien.
Validasi klaim keagamaan yang beredar di media sosial dan AI generalis. Mengecek apakah sebuah hadis benar-benar ada di kitab sumbernya.
Sarana belajar interaktif: mencari tafsir per ayat, membandingkan syarah hadis, dan mengeksplorasi khazanah fiqih lintas madzhab.
Transparansi bukan sekadar nilai — ia adalah fitur teknis. Buya AI mencatat jejak dari setiap keputusan: alasan AI memilih suatu tindakan, sumber apa yang ditemukan, dan skor kecocokan dengan bukti. Ini memungkinkan tim kami mengaudit kualitas jawaban secara berkelanjutan, bukan cuma mengandalkan klaim.
Mencatat bagaimana AI memutuskan arah pencarian — alasan setiap query diarahkan ke jenis pencarian tertentu.
Mencatat apa yang ditemukan dalam korpus untuk setiap pertanyaan — memastikan jawaban berasal dari data, bukan karangan.
Mencatat hasil pemeriksaan akhir — memastikan setiap klaim didukung rujukan yang bisa ditelusuri.
Bandingkan langsung jawaban Buya AI dengan AI generalis untuk kueri Al-Quran, Hadis, Tafsir, Fiqih, dan Sejarah Islam. Tidak perlu percaya kata kami.