Satu pertanyaan. Tiga AI menjawab.
Kirim pertanyaan yang sama ke Buya AI, ChatGPT, dan Gemini — lalu lihat sendiri siapa yang menyertakan rujukan kitab, siapa yang menyebut nomor halaman, dan siapa yang hanya terdengar meyakinkan.
7 pertanyaan diuji ulang pada 14 Juli 2026. Pilih tab untuk melihat perbandingannya.
Fitur penyerta yang hanya ada di Buya AI
Transkrip di atas hanya menampilkan teks jawaban. Di aplikasi asli, jawaban yang menyertakan ayat Al-Qur'an juga dilengkapi tampilan berikut — tidak ada padanannya di ChatGPT maupun Gemini:
- Tombol murattal per-ayat. Setiap kartu ayat punya kontrol audio bacaan (qari Yasser Ad-Dussary) yang bisa langsung diputar tanpa berpindah aplikasi.
- Kartu ayat Arab terpisah. Teks Arab ditampilkan dalam kartu tersendiri dengan format RTL yang rapi, tidak bercampur dengan teks jawaban biasa.
- Kartu terjemahan berpasangan. Terjemahan otomatis dipasangkan dengan ayat aslinya dalam kartu terpisah, sehingga jelas mana teks sumber dan mana terjemahan.
- Tabel dalil otomatis RTL. Tabel perbandingan dalil atau pendapat lintas madzhab yang mengandung teks Arab otomatis dirender rapi dari kanan ke kiri.
- Mode konkordansi ayat. Saat jawaban menampilkan banyak ayat sekaligus (misalnya hasil pencarian frasa di seluruh Qur'an), kontrol murattal per-ayat otomatis disembunyikan agar tampilan tidak penuh sesak.
Tentang perbandingan ini. Respons di atas adalah hasil tes nyata pada tiap AI dengan pertanyaan identik. Buya AI dirancang sebagai alat penampil data dari kitab — bukan AI yang berpikir mandiri lalu merangkai jawaban dari pengetahuan internalnya. Tugasnya adalah menemukan teks yang relevan di korpus kitab terkurasi, lalu menyajikannya apa adanya dengan rujukan yang bisa ditelusuri. Karena itu Buya AI tidak menambah, tidak menafsir sendiri, dan kalau tidak ada di korpus akan bilang tidak tahu. ChatGPT dan Gemini bekerja dengan paradigma berbeda — mereka adalah AI generalis yang menyusun jawaban dari pelatihan model umum. Jawaban mereka sering rapi dan terdengar otoritatif, tapi pengguna tidak punya cara membedakan mana yang benar-benar tertulis di kitab vs mana yang model asumsikan plausible. Untuk pejabat keagamaan yang taruhan kerjanya adalah kepastian hukum, perbedaan ini bukan soal selera — ini soal tanggung jawab.
Coba sendiri di Buya AI.
Tanya yang sama, lalu lihat responsnya. Pilih akses yang sesuai kebutuhanmu.